Pantai Batu Bengkung

Share Button

CSC_1276 copy

Haaiiii..,, maaf ya baru update lagi 😀 hehe. Awal Oktober ini kita jalan jalan lagi nih. Para kakak-kakak Optiik pengen refreshing sejenak ditengah skripsi mereka dan juga untuk kumpul bareng anak-anak optiik setelah liburan panjang. Liburan kali ini, ada usul untuk camping juga, jadii dipilihlah pantai karena enak aja buat camping akses akses jalan kesananya mudah beda jika ke camping di gunung. Dipilihlah pantai Batu Bengkung berdasarkan voting.

Ada sekitar 40 anak yang berangakat liburan. Tepat pada sabtu pagi, 3 Oktober 2015, kami berangkat dari studio tercinta sekitar pukul 9 waktu indonesia barat wkwkwk. Ada kejadian lucu saat berangkat, salah satu rombongan kami tertinggal. Kok bisa? ya bisa si Bani dan Dyta ini lagi isi bensin di jalan Bandung pas mereka balik mau kumpul bareng dengan rombongan, eehhh… rombongan udah terlanjur berangkat. Akhirnya kita nungguin si Bani deh :3. Setelah si Bani join sama kita, kita lanjut perjalanan.

Disepanjang perjalanan terlihat deretan pantai-pantai lain. Akses menuju lokasi sangat gokil abis, kayak zebra klo diibaratin. Gimana nggak orang jalannya itu aspal nggak aspal nggak blang-blang gitu, tapi itu yang bikin tambah seru. Setiap lewat jalan yang beraspal kabut debu muncul, so setelah nyampek di pantai kendaraan kita pada makai bedak (bedak dari debu ahaha).

D

Ada 5 tenda yang kami dirikan ditambah 1 tenda lagi milik Al (panggil aja gitu). Alhamdullilah, kami berhasil mendirikan tenda, yaa gimana kebanyakan dari kami tidak ahli dalam hal per-tendaan 😛 Ohh iyaa hampir lupa, di tengah proses pendirian tenda kita dapet rejeki nih dari sekelompok ibu-ibu baik hati (lupa dari mana, pokoknya sama” dari malang) mereka berbagi bekal bersama kami. Eeennaakk pake bbaangeet deh pokoknya. Gratisan ahaha. Makasih yaa 🙂

DSC_1227 copy

Dibawah indahnya sinar senja, kami sibuk dengan kegiatan masing”, mulai dari selfie, main poker, sing song, jalan” di pinggir pantai, dan keseruan-keseruan lainnya. Sampai mataihari tak terlihat lagi alias sudah gelap, kami masih asyik dengan kegiatan masing”. Menjelang pukul 7 malam, kami memulai bakar-bakar (abis hari raya idul adha, so banyak daging ). Bukan bakar tenda lho ya ahaha. kami bakar sate sama sosis. Sederhana tapi kebersamaan yang penting. Dari yang tua sampek muda membaur jadi satu nggak ada bedanya semua sama.

Menjelang pagi, minggu 4 Oktober 2015, kami mengantri buat merebus air untuk nyeduh p** mie, makanan wajib saat camping :P. Setealh kegiatan sarapan selesai, kita mulai membereskan tenda. Setelah semua selesai ( tenda sudah beres, sampah sudah dibakar, dan sudah mandi tentunya) kami berfoto bersama. Salam terakhir kepada pantai bengkung telah menemani liburan kami kali ini. Dan kamipun bersiap pulang.

Pantai yang indah. Dihiasi mahkota berupa batu melengkung yang menjadi daya tarik tersendiri dari pantai lainnya. Deburan ombak yang menawan memperindah suasana pantai. Dua bukit yang mengapit pantai seolah-olah tidak mengijinkan sinar mentari pagi dan senja menyentuh tepian laut. Dari bukit sebelah barat kita dapat menikmati sunrise dan sunset, butuh tenaga untuk naik ke atas tapi hasil yang didapat sebanding dengan pengorbanan. Dikelilingi oleh alam yang masih bersih dan segar serta keindahannya mengukir kenangan yang tak terlupakan bagi keluarga Optiik.

Terima kasih Batu Bengkung,

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*